Baniyanti, Ridha Evisyah (2026) OPTIMASI FORMULASI SEDIAAN PAPER SOAP VARIASI EKSTRAK ETANOL DAUN PIAI RAYA (Acrostichum aureum L.) DAN GLISERIN BERBASIS VCO MENGGUNAKAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN. Skripsi thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BORNEO CENDEKIA MEDIKA PANGKALAN BUN.
|
Text
Open_Access_221210025_Ridha Evisyah Baniyanti.pdf - Accepted Version Download (347kB) |
|
|
Text
Full_Skripsi_221210025_Ridha Evisyah Baniyanti.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
Artikel_221210025_Ridha Evisyah Baniyanti.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (406kB) | Request a copy |
Abstract
Pendahuluan: Paper soap merupakan sediaan sabun berbentuk lembaran tipis yang praktis digunakan dan dapat dikembangkan dengan memanfaatkan bahan alam. Daun Piai Raya (Acrostichum aureum L.) mengandung metabolit sekunder yang berpotensi dimanfaatkan dalam sediaan pembersih, sehingga diperlukan optimasi kombinasi ekstrak dan gliserin untuk memperoleh karakteristik sediaan yang memenuhi persyaratan. Penelitian ini bertujuan menentukan formula rekomendasi hasil optimasi paper soap berbasis Virgin Coconut Oil (VCO) dengan variasi ekstrak etanol daun Piai Raya dan gliserin menggunakan metode Simplex Lattice Design (SLD). Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan variasi ekstrak etanol daun Piai Raya sebesar 5-10% dan gliserin sebesar 5-10%. Optimasi menggunakan Design Expert 13 dilakukan berdasarkan respons pH, kadar air, tinggi busa, ketebalan, waktu cuci, dan keseragaman bobot, kemudian formula rekomendasi hasil optimasi diverifikasi sebanyak tiga kali. Hasil: Hasil analisis SLD menunjukkan bahwa formula rekomendasi terdiri atas 10% ekstrak etanol daun Piai Raya dan 5% gliserin dengan nilai desirability sebesar 0,174. Hasil verifikasi menunjukkan pH 9,18, tinggi busa 4,47 cm, kadar air 24,46%, alkali bebas 0,032%, asam lemak bebas 0,383%, ketebalan 0,178 mm, waktu cuci 36,19 detik, dan penyimpangan bobot 1,51%. Sebagian besar parameter memenuhi persyaratan, sedangkan kadar air masih melebihi batas maksimum 23%. Kesimpulan: Komposisi 10% ekstrak dan 5% gliserin dipilih oleh analisis SLD sebagai formula rekomendasi, dengan nilai desirability sebesar 0,174. Namun, nilai desirability yang rendah dan kadar air yang belum memenuhi persyaratan menunjukkan bahwa komposisi tersebut belum dapat dinyatakan sebagai formula optimum.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ekstrak etanol, gliserin, paper soap, Piai Raya, Simplex Lattice Design |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS0160-0167 Pharmacognosy. Pharmaceutical substances (Plant, animal, and inorganic) |
| Divisions: | S1 Farmasi |
| Depositing User: | Stikes Borneo Cendekia Medika |
| Date Deposited: | 21 Oct 2026 04:26 |
| Last Modified: | 21 Oct 2026 04:26 |
| URI: | http://repository.stikesbcm.ac.id/id/eprint/686 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

