Lianto, Rika Melinda Sari (2026) PENGEMBANGAN SISTEM PENGHANTAR OBAT BERBASIS NANOEMULSI DARI MINYAK LAVENDER (Lavandula angustifolia) MENGGUNAKAN PARTICLE SIZE ANALYZER. Skripsi thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BORNEO CENDEKIA MEDIKA PANGKALAN BUN.
|
Text
Open_Accces_221210026_Rika Melinda Sari Lianto.pdf - Accepted Version Download (379kB) |
|
|
Text
Full_Skripsi_221210026_Rika Melinda Sari Lianto 1.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
Artikel_221210026_Rika Melinda.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (311kB) | Request a copy |
Abstract
Minyak atsiri lavender (Lavandula angustifolia) memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri sehingga berpotensi dikembangkan dalam bidang farmasi. Namun, kelarutannya yang rendah dalam air karena sifat lipofilik dapat membatasi bioavailabilitas dan efektivitasnya. Selain itu, sifat volatil menyebabkan minyak atsiri rentan kehilangan komponen aktif akibat paparan panas, cahaya, dan oksigen. Nanoemulsi merupakan salah satu sistem penghantaran yang dapat membantu meningkatkan kelarutan, stabilitas, dan bioavailabilitas minyak atsiri. Pembentukannya dipengaruhi proses homogenisasi, salah satunya waktu pengadukan menggunakan vortex yang dapat memengaruhi ukuran dan distribusi droplet. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi waktu pengadukan menggunakan vortex terhadap karakteristik fisik serta aktivitas antioksidan dan antibakteri nanoemulsi minyak atsiri lavender. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium dengan tiga formula, yaitu F1, F2, dan F3 dengan waktu pengadukan 30, 60, dan 90 menit. Karakteristik fisik dianalisis menggunakan Particle Size Analyzer, aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, dan antibakteri terhadap Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian diperoleh ukuran partikel F1, F2, dan F3 sebesar 579,35; 285,22; dan 1.025,96 nm dengan PDI 0,2543; 0,5005; dan 0,8382. F2 memiliki ukuran terkecil. Seluruh formula homogen, memiliki pH 6, dan stabil terhadap sentrifugasi. Nilai IC₅₀ sebesar 9,87; 9,06; dan 8,73 ppm, sedangkan zona hambat sebesar 8,35; 9,00; dan 9,05 mm dengan kategori sedang. Ukuran partikel belum memenuhi kriteria nano sehingga diperlukan optimasi formulasi dan waktu pengadukan. Kesimpulan dari penelitin ini menunjukkan variasi waktu pengadukan menggunakan vortex memengaruhi karakteristik nanoemulsi minyak atsiri lavender. Ketiga formula menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dalam kategori sedang.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | nanoemulsi, minyak atsiri lavender, Lavandula angustifolia, antioksidan, antibakteri |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS0160-0167 Pharmacognosy. Pharmaceutical substances (Plant, animal, and inorganic) |
| Divisions: | S1 Farmasi |
| Depositing User: | Stikes Borneo Cendekia Medika |
| Date Deposited: | 21 Oct 2026 03:51 |
| Last Modified: | 21 Oct 2026 03:51 |
| URI: | http://repository.stikesbcm.ac.id/id/eprint/684 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

