UJI EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK SARANG BURUNG WALET (Collocalia fuciphaga) TERHADAP WAKTU PENUTUPAN LUKA SAYAT DIABETES PADA TIKUS PUTIH JANTAN

Silva, Silva (2026) UJI EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK SARANG BURUNG WALET (Collocalia fuciphaga) TERHADAP WAKTU PENUTUPAN LUKA SAYAT DIABETES PADA TIKUS PUTIH JANTAN. Skripsi thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BORNEO CENDEKIA MEDIKA PANGKALAN BUN.

[thumbnail of Artikel Silva UJI EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK SARANG BURUNG WALET (1).pdf] Text
Artikel Silva UJI EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK SARANG BURUNG WALET (1).pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of [1326] SKRIPSI SILVA2.,.03..7  (1) (1).pdf] Text
[1326] SKRIPSI SILVA2.,.03..7 (1) (1).pdf - Accepted Version

Download (339kB)
[thumbnail of FULL_TEXT_SILVA.pdf] Text
FULL_TEXT_SILVA.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Pendahuluan: Luka diabetik merupakan komplikasi diabetes melitus yang dapat menyebabkan gangguan penyembuhan, infeksi, kecacatan, dan amputasi. Sarang burung walet (Collocalia fuciphaga) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas gel ekstrak sarang burung walet konsentrasi 15%, 20%, dan 30% terhadap penyembuhan luka sayat diabetes pada tikus putih serta menentukan konsentrasi yang paling optimal. Metode: Penelitian eksperimental laboratorium menggunakan desain post-test only control group. Ekstrak sarang burung walet dari Lamandau, Kalimantan Tengah, dibuat menjadi gel konsentrasi 15%, 20%, dan 30%. Diabetes diinduksi menggunakan aloksan 200 mg/kgBB. Sediaan dievaluasi melalui uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Penyembuhan luka diamati melalui perubahan diameter luka hingga hari ke-5. Data dianalisis menggunakan Repeated Measures ANOVA dengan koreksi Greenhouse-Geisser. Hasil: Seluruh formula homogen dengan pH 6. Daya lekat terbaik diperoleh konsentrasi 20% sebesar 5 detik. Setelah induksi aloksan, 66,67% tikus memenuhi kriteria diabetes. Pada hari ke-5, rata-rata diameter luka kontrol positif, kontrol negatif, konsentrasi 15%, 20%, dan 30% berturut-turut sebesar 25,00; 24,00; 26,33; 25,00; dan 22,00 mm. Konsentrasi 30% menunjukkan diameter luka terkecil secara deskriptif, tetapi tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok. Kesimpulan: Gel ekstrak sarang burung walet konsentrasi 15%, 20%, dan 30% berpotensi membantu penyembuhan luka sayat diabetes, dengan konsentrasi 30% menunjukkan hasil deskriptif terbaik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Sarang burung walet; Collocalia fuciphaga; gel; luka sayat diabetes; penyembuhan luka; tikus putih
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS0160-0167 Pharmacognosy. Pharmaceutical substances (Plant, animal, and inorganic)
Divisions: S1 Farmasi
Depositing User: Stikes Borneo Cendekia Medika
Date Deposited: 26 Oct 2026 02:40
Last Modified: 26 Oct 2026 02:40
URI: http://repository.stikesbcm.ac.id/id/eprint/690

Actions (login required)

View Item View Item