ANALISIS KANDUNGAN DEKSAMETASON DAN PARASETAMOL PADA JAMU PENGGEMUK DAN JAMU ASAM URAT YANG BEREDAR DI KOTAWARINGIN BARAT MENGGUNAKAN METODE KUALITATIF DAN KUANTITATIF

Sari, Dewinta Indah (2026) ANALISIS KANDUNGAN DEKSAMETASON DAN PARASETAMOL PADA JAMU PENGGEMUK DAN JAMU ASAM URAT YANG BEREDAR DI KOTAWARINGIN BARAT MENGGUNAKAN METODE KUALITATIF DAN KUANTITATIF. Skripsi thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BORNEO CENDEKIA MEDIKA PANGKALAN BUN.

[thumbnail of BAB I & II.pdf] Text
BAB I & II.pdf - Accepted Version

Download (620kB)
[thumbnail of Full Skripsi_221210005_Dewinta.pdf] Text
Full Skripsi_221210005_Dewinta.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[thumbnail of Artikel_221210005_Dewinta.pdf] Text
Artikel_221210005_Dewinta.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (536kB) | Request a copy

Abstract

Obat tradisional merupakan ramuan bahan alam berupa tumbuhan, hewan, mineral, atau kombinasi yang telah dimanfaatkan secara turun-temurun oleh masyarakat. Persepsi bahwa obat tradisional lebih aman untuk penggunaan jangka panjang dibandingkan obat sintesis dimanfaatkan oleh produsen jamu yang tidak bertanggung jawab melalui penambahan bahan kimia obat (BKO). Deksametason dan parasetamol merupakan BKO yang sering ditemukan sebagai campuran ilegal pada jamu penggemuk dan jamu asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kandungan deksametason dan parasetamol dalam sediaan jamu yang beredar di Kotawaringin Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan uji kualitatif menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan uji kuantitatif menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat sampel jamu penggemuk yang diuji, dua sampel positif mengandung deksametason dengan kadar masing-masing 0,12% (Jamu A) dan 0,063% (Jamu D). Dari 3 sampel jamu asam urat yang diuji, ketiga sampel positif mengandung parasetamol dengan kadar 0,01% (Jamu E), 0,15% (Jamu F), dan 0,1% (Jamu G). Dapat disimpulkan bahwa sampel jamu penggemuk A dan D serta sampel jamu asam urat E, F dan G tidak memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 007 Tahun 2012 tetang larangan penambahan BKO dalam obat tradisional.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Obat Tradisional, Deksametason, Parasetamol, Kromatografi Lapis Tipis, Spektrofotometri UV-Vis.
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: S1 Farmasi
Depositing User: Stikes Borneo Cendekia Medika
Date Deposited: 22 Oct 2026 04:16
Last Modified: 22 Oct 2026 04:16
URI: http://repository.stikesbcm.ac.id/id/eprint/688

Actions (login required)

View Item View Item