Mudrikah, Erni (2026) UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI FRAKSI DAUN LENGKUAS PUTIH (Alpinia galanga (L.) Willd.) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes. Skripsi thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BORNEO CENDEKIA MEDIKA PANGKALAN BUN.
|
Text
Open_Access_221210007_Erni Mudrikah.pdf - Accepted Version Download (494kB) |
|
|
Text
Full_Skripsi_221210007_Erni Mudrikah.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
Artikel_221210007_Erni Mudrikah.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (319kB) | Request a copy |
Abstract
Jerawat merupakan masalah kulit yang salah satunya disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Penggunaan antibiotik secara tidak tepat dapat menyebabkan resistensi, sehingga diperlukan alternatif bahan alam sebagai antibakteri. Daun lengkuas putih (Alpinia galanga (L.) Willd.) memiliki kandungan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan fitokimia serta efektivitas antibakteri ekstrak dan fraksi daun lengkuas putih terhadap Propionibacterium acnes dan konsentrasi yang efektif dalam menghambat pertumbuhannya. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan desain post-test only control group. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian difraksinasi menggunakan n-heksana, etil asetat, dan air. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada konsentrasi 10%, 15%, dan 20%, dengan klindamisin sebagai kontrol positif dan DMSO 1% sebagai kontrol negatif. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dengan koreksi Welch dan Games-Howell. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Fraksi n-heksana mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan steroid; fraksi etil asetat mengandung flavonoid, tanin, dan steroid; sedangkan fraksi air mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Rata-rata zona hambat terbesar terdapat pada ekstrak 20% sebesar 12,18 mm, sedangkan klindamisin sebesar 22,40 mm dan DMSO 1% sebesar 0 mm. Terdapat perbedaan signifikan antarjenis sampel (p=0,002), tetapi tidak terdapat perbedaan signifikan antar konsentrasi (p=0,571). Kesimpulannya, ekstrak dan fraksi daun lengkuas putih memiliki efektivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes, dengan ekstrak menunjukkan daya hambat terbesar, tetapi efektivitasnya belum setara dengan klindamisin.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Alpinia galanga, antibakteri, ekstrak, fraksi, Propionibacterium acnes |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS0160-0167 Pharmacognosy. Pharmaceutical substances (Plant, animal, and inorganic) |
| Divisions: | S1 Farmasi |
| Depositing User: | Stikes Borneo Cendekia Medika |
| Date Deposited: | 21 Oct 2026 03:29 |
| Last Modified: | 21 Oct 2026 03:30 |
| URI: | http://repository.stikesbcm.ac.id/id/eprint/683 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

