Nizar, Zakiah Khairun (2026) HUBUNGAN FREKUENSI MOBILISASI DINI DENGAN PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA (SC) DI RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN. Skripsi thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BORNEO CENDEKIA MEDIKA PANGKALAN BUN.
|
Text
Open_Acces_221110037_Zakiah Khairun Nizar.pdf - Accepted Version Download (319kB) |
|
|
Text
Artikel_221110037_Zakiah Khairun Nizar.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (384kB) | Request a copy |
|
|
Text
Full_Text_221110037_Zakiah Khairun Nizar.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Pendahuluan: Mobilisasi dini merupakan salah satu intervensi keperawatan yang dianjurkan pada pasien post operasi sectio caesarea (SC) untuk mendukung pemulihan dan proses penyembuhan luka. Mobilisasi dini dapat meningkatkan sirkulasi darah, memperbaiki suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan, serta menurunkan risiko komplikasi pascaoperasi. Namun, frekuensi pelaksanaan mobilisasi dini pada pasien post SC masih bervariasi sehingga perlu diketahui hubungannya dengan penyembuhan luka.Tujuan: Mengetahui hubungan frekuensi mobilisasi dini dengan penyembuhan luka pada pasien post operasi sectio caesarea (SC) di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross- sectional. Sampel penelitian berjumlah 53 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Frekuensi mobilisasi dini diukur menggunakan lembar observasi, sedangkan penyembuhan luka dinilai menggunakan instrumen REEDA (Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, Approximation). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Hampir setengahnya responden melakukan mobilisasi dini sebanyak dua kali, yaitu 22 responden (41,5%). Hampir seluruhnya responden memiliki penyembuhan luka yang baik, yaitu 41 responden (77,4%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan tidak terdapat hubungan antara frekuensi mobilisasi dini dengan penyembuhan luka pada pasien post operasi sectio caesarea (SC), dengan nilai p = 0,369 (p > 0,05). Kesimpulan: Sebagian besar pasien post operasi sectio caesarea melakukan mobilisasi dini sebanyak dua kali dan memiliki penyembuhan luka yang baik. Namun, frekuensi mobilisasi dini tidak berhubungan secara signifikan dengan penyembuhan luka pada pasien post operasi sectio caesarea di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mobilisasi dini; penyembuhan luka; sectio caesarea; frekuensi mobilisasi; pasien post operasi SC. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | S1 Keperawatan |
| Depositing User: | Stikes Borneo Cendekia Medika |
| Date Deposited: | 04 Oct 2026 13:44 |
| Last Modified: | 04 Oct 2026 13:44 |
| URI: | http://repository.stikesbcm.ac.id/id/eprint/667 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

