HUBUNGAN TINGKAT KETERGANTUNGAN AKTIVITAS DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA PASIEN STROKE DI POLI SARAF RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN

Gunawan, Syahrul (2026) HUBUNGAN TINGKAT KETERGANTUNGAN AKTIVITAS DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA PASIEN STROKE DI POLI SARAF RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN. Skripsi thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BORNEO CENDEKIA MEDIKA PANGKALAN BUN.

[thumbnail of JURNAL SYAHRUL_merged.pdf] Text
JURNAL SYAHRUL_merged.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (426kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB I_BAB VI_DAFTAR PUSTAKA.SYAHRUL GUNAWAN.pdf] Text
BAB I_BAB VI_DAFTAR PUSTAKA.SYAHRUL GUNAWAN.pdf - Accepted Version

Download (620kB)
[thumbnail of SKRIPSI FULL SYAHRUL.pdf] Text
SKRIPSI FULL SYAHRUL.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan yang dapat menurunkan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari (Activity of Daily Living/ADL). Keterbatasan aktivitas tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga aspek psikologis, salah satunya penerimaan diri. Penerimaan diri yang baik penting dalam mendukung proses adaptasi dan rehabilitasi pasien pascastroke. Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat ketergantungan aktivitas dengan penerimaan diri pada pasien stroke di Poli Saraf RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross- sectional. Sampel berjumlah 78 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Tingkat ketergantungan aktivitas diukur menggunakan Barthel Index, sedangkan penerimaan diri menggunakan Berger's Self Acceptance Scale. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan α = 0,05. Hasil: Sebagian besar responden mengalami ketergantungan aktivitas ringan, yaitu 52 responden (66,7%), sedangkan 72 responden (92,3%) memiliki penerimaan diri tinggi. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) = 0,041 dan p-value = 0,772 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat ketergantungan aktivitas dengan penerimaan diri pada pasien stroke. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat ketergantungan aktivitas dengan penerimaan diri pada pasien stroke. Penerimaan diri kemungkinan berkaitan dengan faktor lain, seperti dukungan keluarga, mekanisme koping, proses adaptasi, dan dukungan tenaga kesehatan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Stroke, tingkat ketergantungan aktivitas, penerimaan diri, Barthel Index.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RT Nursing
Divisions: S1 Keperawatan
Depositing User: Stikes Borneo Cendekia Medika
Date Deposited: 01 Oct 2026 07:52
Last Modified: 01 Oct 2026 07:52
URI: http://repository.stikesbcm.ac.id/id/eprint/664

Actions (login required)

View Item View Item