HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN DERAJAT LUKA KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN

Padagi, Julius Aderi (2026) HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN DERAJAT LUKA KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN. Skripsi thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BORNEO CENDEKIA MEDIKA PANGKALAN BUN.

[thumbnail of Open_Access_221110014_Julius Aderi Padagi..pdf] Text
Open_Access_221110014_Julius Aderi Padagi..pdf - Accepted Version

Download (497kB)
[thumbnail of Skripsi Julius Aderi Padagi - CD.pdf] Text
Skripsi Julius Aderi Padagi - CD.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[thumbnail of Artikel_221110014_Julius Aderi Padagi..pdf] Text
Artikel_221110014_Julius Aderi Padagi..pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya luka kaki diabetik. Luka kaki diabetik dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat dan meningkatkan risiko infeksi, amputasi, dan kematian. Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan derajat luka kaki diabetik karena kelebihan berat badan dapat meningkatkan resistensi insulin dan memengaruhi proses penyembuhan luka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan derajat luka kaki diabetik pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. IMT diukur berdasarkan berat badan dan tinggi badan sesuai klasifikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sedangkan derajat luka kaki diabetik dinilai menggunakan klasifikasi Wagner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Mayoritas responden memiliki IMT kategori kelebihan berat badan tingkat ringan sebanyak 12 responden (40,0%). Derajat luka kaki diabetik paling banyak ditemukan pada Wagner derajat 1, 2, dan 3, masing-masing sebanyak 8 responden (26,7%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara IMT dengan derajat luka kaki diabetik dengan nilai p = 0,008 dan r = 0,473, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan korelasi sedang. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan derajat luka kaki diabetik pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Diabetes Mellitus Tipe 2, Indeks Massa Tubuh (IMT), Derajat Luka Kaki Diabetik, Wagner
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RT Nursing
Divisions: S1 Keperawatan
Depositing User: Stikes Borneo Cendekia Medika
Date Deposited: 04 Sep 2026 06:49
Last Modified: 04 Sep 2026 06:49
URI: http://repository.stikesbcm.ac.id/id/eprint/658

Actions (login required)

View Item View Item