HUBUNGAN PENERIMAAN DIRI ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN EMOSIONAL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SKH NEGERI 1 PANGKALAN BUN

Shodiq, Jafar (2026) HUBUNGAN PENERIMAAN DIRI ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN EMOSIONAL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SKH NEGERI 1 PANGKALAN BUN. Skripsi thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BORNEO CENDEKIA MEDIKA PANGKALAN BUN.

[thumbnail of Artikel_221110013_JafarShodiq.pdf] Text
Artikel_221110013_JafarShodiq.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (301kB) | Request a copy
[thumbnail of Open_Access_221110013_JafarShodiq.pdf] Text
Open_Access_221110013_JafarShodiq.pdf - Accepted Version

Download (379kB)
[thumbnail of Full_Text_221110013_JafarShodiq.pdf] Text
Full_Text_221110013_JafarShodiq.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Anak berkebutuhan khusus (ABK) memerlukan dukungan emosional yang optimal untuk mencapai perkembangan emosional yang baik. Salah satu faktor yang diduga berperan penting adalah penerimaan diri orang tua terhadap kondisi anak. Orang tua yang mampu menerima kondisi anak secara positif cenderung memberikan pengasuhan yang lebih suportif sehingga dapat mendukung perkembangan emosional anak. Namun, masih ditemukan orang tua yang mengalami kesulitan dalam menerima kondisi anak berkebutuhan khusus, sehingga berpotensi memengaruhi perkembangan emosional anak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 35 orang tua yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen Penelitian ini menggunakan kuesioner penerimaan diri orang tua dan kuesioner perkembangan emosional anak berkebutuhan khusus, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua memiliki tingkat penerimaan diri kategori sangat baik sebanyak 31 responden (88,6%), sedangkan perkembangan emosional anak berkebutuhan khusus sebagian besar berada pada kategori sangat baik sebanyak 30 responden (85,7%). Hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0,027 (<0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,373, yang berarti terdapat hubungan positif dengan kekuatan hubungan lemah hingga sedang antara penerimaan diri orang tua dan perkembangan emosional anak berkebutuhan khusus di SKH Negeri 1 Pangkalan Bun. Semakin baik penerimaan diri orang tua, semakin baik pula perkembangan emosional anak berkebutuhan khusus. Kesimpulan: Penerimaan diri orang tua dengan perkembangan emosional anak berkebutuhan khusus di SKH Negeri 1 Pangkalan Bun memiliki hubungan yang cukup signifikan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Penerimaan diri, orang tua, perkembangan emosional, anak berkebutuhan khusus
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RT Nursing
Divisions: S1 Keperawatan
Depositing User: Stikes Borneo Cendekia Medika
Date Deposited: 04 Sep 2026 06:31
Last Modified: 04 Sep 2026 06:31
URI: http://repository.stikesbcm.ac.id/id/eprint/657

Actions (login required)

View Item View Item