Ica, Ica (2026) PENGARUH TERAPI INHALASI EUCALYPTUS TERHADAP KADAR SATURASI OKSIGEN DAN TINGKAT SESAK NAPAS PADA PASIEN PNEUMONIA DI RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN. Skripsi thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BORNEO CENDEKIA MEDIKA PANGKALAN BUN.
|
Text
Open_Acces_221110011_ICA.pdf - Accepted Version Download (319kB) |
|
|
Text
Artikel_221110011_ICA.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
Full_Text_221110011_ICA.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Pendahuluan : Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan yang dapat menyebabkan gangguan pertukaran gas akibat proses inflamasi pada jaringan paru, sehingga berdampak pada penurunan kadar saturasi oksigen dan peningkatan tingkat sesak napas. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan sebagai terapi pendukung adalah terapi inhalasi eucalyptus yang mengandung eucalyptol (1,8-cineole) dengan efek mukolitik, antiinflamasi, dan bronkodilator ringan yang dapat membantu memperbaiki ventilasi paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi inhalasi eucalyptus terhadap kadar saturasi oksigen dan tingkat sesak napas pada pasien pneumonia. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan two group pretest-posttest with control group. Sampel penelitian berjumlah 44 responden yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran kadar saturasi oksigen dilakukan menggunakan pulse oximeter, sedangkan tingkat sesak napas diukur menggunakan Modified Borg Dyspnea Scale (MBDS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil : Kelompok eksperimen mengalami peningkatan rata-rata kadar saturasi oksigen dari 93,59% menjadi 95,23% pada hari pertama, 94,68% menjadi 96,55% pada hari kedua, dan 96,09% menjadi 97,36% pada hari ketiga, dengan p-value < 0,001. Tingkat sesak napas menurun dari kategori sedang menjadi ringan pada hari pertama dan kedua, serta menjadi tidak sesak pada hari ketiga, dengan p-value < 0,001. Hasil tersebut menunjukkan adanya pengaruh signifikan terapi inhalasi eucalyptus terhadap peningkatan kadar saturasi oksigen dan penurunan tingkat sesak napas pada pasien pneumonia. Kesimpulan : Pemberian terapi inhalasi eucalyptus menunjukkan pengaruh terhadap peningkatan kadar saturasi oksigen dan penurunan tingkat sesak napas pada pasien pneumonia, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu terapi pendukung dalam pemberian asuhan keperawatan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Terapi Inhalasi Eucalyptus, saturasi oksigen, tingkat sesak napas, Pneumonia |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | S1 Keperawatan |
| Depositing User: | Stikes Borneo Cendekia Medika |
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 02:27 |
| Last Modified: | 04 Sep 2026 02:27 |
| URI: | http://repository.stikesbcm.ac.id/id/eprint/654 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

