PENGARUH KONSUMSI REBUSAN SARANG BURUNG WALET TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS ARUT SELATAN

Silvi, Silvi (2026) PENGARUH KONSUMSI REBUSAN SARANG BURUNG WALET TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS ARUT SELATAN. Skripsi thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BORNEO CENDEKIA MEDIKA PANGKALAN BUN.

[thumbnail of Open_Acces_221110028_Silvi 1-1.pdf] Text
Open_Acces_221110028_Silvi 1-1.pdf - Accepted Version

Download (411kB)
[thumbnail of ARIKEL_221110028_SILVI.pdf] Text
ARIKEL_221110028_SILVI.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (896kB) | Request a copy
[thumbnail of Full_Text_221110028_SILVI.pdf] Text
Full_Text_221110028_SILVI.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Latar belakang:Hipertensi adalah masalah kesehatan yang tidak menular yang menjadi tantangan kesehatan global dan berkontribusi terhadap tingginya angka kematian. Selain penggunaan obat antihipertensi, penggunaan bahan alami sebagai terapi tambahan semakin banyak diteliti untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Sarang burung walet mengandung banyak zat bioaktif, termasuk protein, asam sialat, Epidermal Growth Factor (EGF), dan senyawa antioksidan yang berpotensi mendukung kesehatan pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui bagaimana konsumsi rebusan sarang burung walet berdampak pada tekanan darah pasien yang menderita hipertensi di Puskesmas Arut Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen yang melibatkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol serta menggunakan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi. Kedua kelompok menerima terapi farmakologis, sedangkan kelompok eksperimen juga diberikan rebusan sarang burung walet. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi dengan alat pengukur tekanan darah digital. Data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney U dan uji berpasangan sampel t, dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik kelompok eksperimen turun dari 140,33 mmHg menjadi 130,47 mmHg (p=0,001), dan tekanan darah diastolik turun dari 86,33 mmHg menjadi 80,93 mmHg (p=0,040). Namun, hasil uji Mann Whitney U menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dalam hal tekanan darah sistolik dan diastolik pasien hipertensi (p>0,05). Disimpulkan bahwa konsumsi rebusan sarang burung walet berpotensi menjadi terapi tambahan untuk membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi, tetapi penelitian ini tidak menunjukkan data statistik yang cukup untuk menyimpulkan bahwa intervensi tersebut lebih efektif dibandingkan terapi yang diberikan kepada kelompok kontrol. Kata kunci: hipertensi, rebusan sarang burung walet, terapi komplementer, tekanan darah, intervesnis non-Farmakologi . Referensi: 51

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: : hipertensi, rebusan sarang burung walet, terapi komplementer, tekanan darah, intervesnis non-Farmakologi
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RT Nursing
Divisions: S1 Keperawatan
Depositing User: Stikes Borneo Cendekia Medika
Date Deposited: 01 Sep 2026 06:49
Last Modified: 01 Sep 2026 07:20
URI: http://repository.stikesbcm.ac.id/id/eprint/646

Actions (login required)

View Item View Item